Close

Inidia Cara Mudah Melakukan Analisis Data untuk Kemajuan Bisnis

Setiap bisnis tentu ingin usahanya bisa sukses dan berhasil. Bagaimana cara mengukur keberhasilan pada sebuah bisnis? Untuk mengukur keberhasilan seuatu bisnis atau usaha perlu dilakukan penilian pencapaian, nah aktifitas pengukuran pencapaian ini bisa dilakukan dengan menganalisis data.

Hal inilah yang menjadi rujukan kenapa banyak perusahaan merasa penting untuk melakukan analisis data untuk kemajuan bisnis.

Cara Analisis Data untuk Kemajuan Bisnis

Perlu kita ketahui, jika dunia bisnis memiliki persaingan yang sangat ketat. Maka dari itulah, penting untuk melakukan analisa data secara berkala.Dengan begitu, hasil yang didapatkan bisa kita gunakan untuk meningkatkan kemajuan bisnis. Contohnya, bagi pebisnis kecil dan menengah atau UKM data yang dianalasis masih seputar data keuangan, penjualan, laporan rugi-laba. Untuk perusahaan dan enterprise tentu penilaian pencapaian bisa dibanyak sektor selain keuangan. Namun di artikel kali ini, saya akan berbagi cara atau tahapan dalam melakukan analisis data untuk kemajuan bisnis.

Berikut ini cara mudah melakukan analisa data bisnis yang diurutkan dalam beberapa tahapan yang bisa diterapkan.

1. Mentukan Apa Tujuan Analisis Data

Sebelum melakukan anaisis data, kita harus tahu dan menentukan apa tujuan dari analisis ini. Misalnya tujuan kita  menganalisis data keuangan untuk melihat sejauh mana pergerakan arus kas / cashflow terhadap uang masuk (penjualan) dan uang keluar (kewajiban / biaya), berapa margin keuntungan yang didapat pada periode tertentu.

2. Pengumpulan, Pemilahan Data

Setelah kita tahu tujuan analisis data, selanjutnya tentu kita harus mengumpulkan berbagai data yang diperlukan. Proses ini sering dikenal sebagai data mining atau data collecting. Bagi pebisnis yang sudah mempunyai sistem pencatatan keuangan secara digital,tentu lebih untuk mengumpulkan datanya. Namun bagi pebisnis yang melakukan pencatatan keuangan masih menggunakan sistem manual, seperti bon/nota mungkin perlu memindahkan data tersebut ke komputer. Tapi jangan khawatir, cara melakukan pencatatan untuk analisa aata ini dapat dilakukan dengan tools sederhana seperti Microsoft Excel.

Apa saja data yang dapat dikumpulkan?

Data yang dapat dikumpulkan setidaknya data keuangan  seperti transaksi jual-beli, biaya produksi, biaya pemasaran, biaya distribusi, biaya karyawan dan sebagainya. Akan lebih baik jika ada detail data transaksi (jenis, jumlah dan kategori produk), data stok,  data pelanggan / customer, tanggal dan waktu transaksi.

Kenapa data ini berguna, karena dengan analisis yang kita lakukan kita dapat menemukan pola hubungan antara perilaku konsumen dengan transaksi. Sehingga kita bisa mengantisipasi jumlah stok dan jumlah karyawan yang menlayani konsumen.

Jika data telah terkumpul, selanjutnya kita melakukan pemilahan atau seleksi untuk kemudian mengelompokkan jenis data  yang ada. Termasuk melakukan cleaning (membuang data ganda dan anomali). Jika data berbentuk data categorial (text,audio, video) kita dapat melakukan data transformn dalam bentuk data numerik agar lebih mudah untuk dianalisa.

Ada dua tipe data  yaitu Categorical / Qualitative Data dan Numerical / Quantitative Data.
Data kategorial / kualitatif adalah data dalam bentuk teks, visual gambar, audio dan video.
Data numerik / kuantitatif adalah data dalam bentuk angka.

3. Analisa dan Visualisasi Data

Data yang sudah dikumpulkan selanjutnya dapat dianalisa dengan bantuan komputer, misalnya menggunakan aplikasi Microsoft Excel atau Microsoft Power BI. Untuk lebih mudah memahami makna (insight) dari kumpulan data tersebut maka perlu dibuat visualisasi data menjadi bentuk grafik / chart.

Bagaimana cara membuat tabel dan visualisasi data dengan Excel. Microsoft menyediakan template excel siap pakai untuk visualisasi arus kas, profit margin, pertumbuhan pendapatan, pangsa pasar dan indikator kinerja utama lainnya. Seperti contoh gambar diatas

4. Insight dan Laporan

Tahap terakhir dari analisa data ini adalah membuat laporan dan menemukan insight dari analisis data yang ada. Contoh insight yang didapat dari analisis data dibidang pemasaran (marketing insight) adalah kita dapat mengetahui produk apa yang menjadi kebutuhan konsumen, atau produk apa yang paling banyak terjual pada periode tertentu, produk mana yang paling banyak dipakai untuk segmen konsumen tertentu.

Apa itu Insight pada koridor analisis data?

Insight adalah pola dan tren yang diperoleh dari hasil analisa data yang menggambarkan pola hubungan antara beberapa faktor. Insight dapat dijadikan acuan untuk mengambil langkah yang tepat.
Insight ini penting untuk pengembangan bisnis, dengan memanfaatkan atau mengoptimalkan kesempatan dan peluang.

Contoh Insight dari Analisis Data

Agar tidak bingung, contohnya setelah membuat visual dari analisa data pada sebuah resto siap saji, didapatkan insight bahwa:

  • Dari data jumlah penjualan (sumbu y) dan jam penjualan harian (sumbu x) didapat insight bahwa pada hari kerja (week day) resto paling ramai pada jam 11.00 – 13.00 dengan rata-rata order adalah 20 meja, 30 take away. Pengamatan secara visual pada jam ini selalu ada antrian yang panjang, sementara jumlah pelayan hanya 3 orang
  • Order dengan cara take away dan delivery meningkat pada hari sabtu dan minggu (wekk-end)

Dari insight yang didapat diatas, sebagai pengusaha kita dapat mengambil keputusan bahwa

  • Pada jam sibuk di hari kerja perlu ada tambahan karyawan untuk melayani konsumen
  • Di akhir pekan (week-end) tamahan karyawan tersebut dapat melayani delivery (pengantaran) yang meninggkat

Pengambilan keputusan dari analisa data dan insight yang didapat akan lebih efisien dan tepat untuk kemajuan bisnis dan usaha.

Demikian artikel tentang Cara Mudah Melakukan Analisis Data untuk Kemajuan Bisnis, semoga artikel ini bermanfaat bagi rekan dan bisnis rekan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top